Search

Jul 28, 2011

Never Shout Never - Time Travel

hellaaa!!!! udah lama gue ga nge-blog, sekitar sebulanan kali ya? maklum lah gue sibuk banget minggu2 kemaren, ga penting ya? heheh..
oke langsung aja, di postingan kali ini gue lagi pengen ngebahas album barunya Never Shout Never




Never Shout Never bakal kembali dengan album baru mereka yang berbandrol "TIME TRAVEL" pada tanggal 20 sept, tahun ini. Awal gue tau sih dari twiternya do'i yang isinya promosi album baru mulu.
nah di album ini, mereka berencana untuk mengumpulkan donasi dan terus mengumpulkan uang untuk kampung halaman mereka di Joplin, MO.


Ini dia cover albumnya




"Please help out!!! and pick up the "Joplin Will Heal" shirt.
When you buy the shirt, 100% of the proceeds will go towards the Tornado Disaster Relief/Christ's Church of Joplin"

kurang lebih gitu deh shout nya si @christoferdrew di twitter, ga nyangka deh gue.. ternyata doi semulia itu :")

nah buat kalian yang tertarik buat pre order albumnya bisa kok, pre order nya udah dimulai dari 26 juli kemarin.
buat yang berminat buat pre order, langsung klik ini aja ya..

You can also text "JOMO" to 50555 and $10 will be donated to the efforts.
And here is a video" Drew" shot of the damage in Joplin.
The clip features a never heard before song, 
"Time Travel."


Jadi, kalian juga bisa sms dengan ketik "JOMO" kirim ke 50555 , itu dapat membantu dengan menyumbangkan sebesar $10


well, mereka juga akan melakukan tour and  will be announcing full US and European tour dates in early August.
All current tour dates are below:

08/02 Jackson, NJ @ Six Flags Great Adventure
08/03 New York, NY @ Studio at Webster Hall
08/05 Agawam, MA @ Six Flags New England
08/07 Cambridge, MA @ Central Square YMCA (Acoustic)
08/25 Porto Alegre, Brazil @ Teatro Bourbon
08/26 Rio de Janeiro, Brazil @ The Week
08/27 Sao Paulo, Brazil @ Via Funchal
08/28 Curitiba, Brazil @ Curitiba Master Hall
08/30 Santiago, Chile @ Teatro Teleton
08/31 Buenos Aires, Argentina @ Teatro Colegiales


lagunya bisa di download dengan klik link di bawah:


Time travel - Nevershoutnever (lyrics)


Nothing is real
I know this cause I made a deal
With the devil he told me I was just wasting my time on the moon
So I flew to the sun
Lost track of my soul on the run
Suffering 12 degree burns
I learned that the sun was no fun
So I ran back to earth
Tripped and fell in the glorified dirt
Honestly gravity sees me as a liability
So I held my breath
'Till my soul left my body for dead
I ripped through the clouds to talk to the man in the sky

I said take this for what it is 
I think you're a tad bit prejudice against 
The ones like us that are searching for the answers
He said kid you don't know shit 
You should go back home and live
In that quite little town you left behind
I'm coming home 
Don't you cry, (don't you cry)
I'm coming home
Just in time, (just in time)

I am a fake 
A constant go-getter of fate
I lost track of time
I carried my mind on a plate
I seasoned it well 
With acid and MDMA
Then I howled at the moon 
'Till the sun burned out both of my eyes
So I checked my pulse 
Standing there white as a ghost
I lacked in completion
And stabbed my reflection twelve times
So I held my breath 
'Till my soul left my body for dead
I ripped through the clouds 
To talk to the man in the sky

I said take this for what it is 
I think you're a tad bit prejudice against 
The ones like us that are searching for the answers
He said kid you don't know shit
You should go back home and live
In that quite little town you left behind
I'm coming home
Don't you cry, (don't you cry)
I'm coming home 
Just in time, (just in time)

I don't know what I've been told 
I will sell my soul to rock and roll
I don't know where to go 
I have lost control, oh no
I don't know what I've been told 
I will sell my soul to rock and roll
I don't know where to go
I have lost control, oh no
I don't know what I've been told 
I will sell my soul to rock and roll 
  
I don't know where to go
I have lost control, oh no
I don't know what I've been told
I will sell my soul to rock and roll
I don't know where to go
I have lost control, oh no



For y"all guys!
yang mau Pre Order album ini bakalan dapet Hand Stamp kayak gini:




I believe Chris wrote this song for the people that were devastated by the Joplin tornado because Joplin, Missouri is his hometown.
Chris!! I tried donating, but when  i sent that text, i got a text back saying that
"u was not able to because u are out in that country"
sure, i dunno what that mean, i'm so sorry for people in Joplin.
Chris, this song leaves me speechless. Unbelieveable! , you have an amazing heart! 
I love u Chris!
my heart goes on with the people in Joplin :( GBU :*

Jun 30, 2011

Rumah Es Krim

Ini menunya Rumah Es Krim! lucu yah.. sampai ada tulisan 
"MENU INI HARAP TIDAK DIBAWA PULANG!!!!"
hahaha.. ada penekanan banget dari kata TIDAK yang size nya lebih gede daripada huruf yang lain, dicetak tebel lagi, dan tanda serunya yang berlebihan :p
Mungkin karena pengalaman kali ya? nakal banget ya yang ada sampai ngambil menu begitu?
kan kalo suka banget sama menunya, bisa ijin pinjem dulu sama penjualnya, buat di photocopy ahaha..
ngelantur kan gue? #heransamadirisendiri

Rumah Es Krim, sebenernya udah lama sih gue tau tempat ini, cuma belum pernah nyoba ke sana. Nah kemarin gue ke sana sama salah satu temen baik gue yang imut, lucu, dan suka main tanah Erin namanya (yang dicetak tebel dan dicoret, gue bohong)
Yah itung2 spend time lah berduaan sesorean gitu ihyyyyy #ngelespadahalgaadapacaruntukdiajakin :p

Rumah Es Krim itu letaknya di perempatan sebelum puputan Badung, di perempatan itu belok kiri dan tempatnya ada di kiri jalan.
Oh my bad!! gue lupa banget deh nama alamatnya, yeah..gue emang payah kalo soal nama2 jalan #senderandipojokan #pijitkening

Tempatnya ga besar, tapi nyaman kayak rumahan gitu, ya emang langsung sama rumah pemiliknya sih..
Jadi tempatnya kayak cafe kecil gitu, tapi menyerupai cafetaria juga, yang kayak kantin2 sekolaan itu lhoo..
Nah.. katanya nih Rumah Es Krim ini rame dikunjungi ABeGe2 gitu, Anak Baru Gede.. tau kan? ahaahaa..
yah contoh spesifiknya anak2 gaul gitu :p
berarti gue termasuk abege atau anak gaul juga dong? #ngomongsamacermin

Makanan yang tersedia di Rumah Es Krim juga ga cuman es krim doang, tapi ada macem2 makanan lain, misal: pie, pancake, fried fries, and so on..

sebagai penggemar es krim, ya sudah pasti gue order es krim :D
ini dia makanan2 yg kita pesen..


ada satu hal lagi, di Rumah Es Krim juga nyedian free air putih, lucu ya? tau aja kalo tiap abis ngemil ice cream, kita bakal ngerasa haus. Tapi lumayan juga sih kalo pesen makanan lain jadi ga usah beli minum lagi auhahaahaa.. #motifterselubung

Pie Nougat Ice Cream

Pie Nougat ini harganya IDR 16.500
ice cream vanila yang ada kacang dan oreo di dalemnya, dilapisi nougat dan disiram saus coklat, oh ya toping atasnya ada cream dan mini astornya..
i love this one!!

Tiramissue Ice Cream

Tiramissue Ice Cream ini juga juaraaaa banget deehh..
IDR 16.500 , ice creaim ini bener-bener mirip tiramissue asliiiiii!!!
apalagi ada semacam choco granul yang ditaburi di atasnya with cream and biji coffee yang yuummm banget deh..

Ham Roll

Ham Roll ini harganya IDR 12.000
Di dalemnya ada daging dan rasa margarinnya lengket banget yang bikin teksturnya jadi lembut, disamping itu lapisan luarnya juga gurih dan crispy banget, enak deh pokoknya..

Roti Bakar

Roti bakar ini sih emang sama aja kayak roti bakar yang lain, tapi gue sukaaaa.. coklatnya banyak banget hehe..
IDR 6.000 kalo pake satu topping aja, kalo pake 2 topping tinggal nambah lagi IDR 2.000 aja kok..

Fried Fries

Nah yang ini juga sama aja sih kayak kentang goreng biasa kita beli di resto cepat saji, dan kebetulan gue lupa ini harganya berapa. Kayaknya sih sekitar IDR 5.000 atau IDR 6.000 gitu deh..

Yay!!!
Itu dia makanan-makanan yang gue and Erin order..
dan payahnya.. baru nyampe parkiran, kita baru inget! kalo kita lupa akan satu hal yang ya ampuuunn..
astagaaa!!!!
ya tuhaaaan!!!!
ini penting banget padahal!!!

*tariknafas

Kita lupa!!!
FOTOAN!!!!!!
jeng..jeng...
#musikdisinetron

ga kok, gue ga lebay! tapi itu justru hal yang paling penting, seharusnya kita abadikan moment langka kayak gini.
Kita kan..
ah sudahlah..
gue ga sanggup ngelanjutin.

well...
itu dulu deh postingan hari ini, untung juga bisa ngepost hal ini lebih cepet karena mengingat kesibukan gue yang numpuk banget minggu2 ini #iniserius #sekaliancurhat

okay then..
don't forget to try this place yaaa..
buat yang udah nyoba, ayo sering2in lagi mampir (berasa gue mbak2 salesnya ya?)
buat yang belum nyoba..
Wajib hukumnya :p

hope u like it ;)

Jun 18, 2011

You Are My Reason to be Happy

The short story below is the 2nd part of short story entitled Just 5 Minutes 
Buat yang belum baca cerita pertamanya, baca dulu yah..
Happy Reading :D



Dear: Tuhanku Tercinta

Tuhan…
Apa Kau mendengarku?
Tuhan…
Apa Kau menyayangiku?
Tuhan..
Apa aku boleh meminta sesuatu?

Aku ingin Kau mendengarkan dan mengabulkan permintaanku..
Aku ingin bersama dengan Rama lebih lama lagi..
Aku mencintai Rama dengan segenap hatiku..
Aku takut jika Kau merebutku dari Rama..
Aku takut Rama sedih..

Bilapun nanti tiba saatnya aku kembali padaMu..
Ijinkanlah aku menikmati saat-saat terakhirku disisi Rama..
Ketika nanti Kau hendak menjemputku..
Ijinkanlah Rama yang mendampingiku pada detik-detik itu..

Hanya itu Tuhan..
Semoga permintaanku ini tak menyulitkanMu..
Semoga Kau membaca surat ini..
Walaupun surat ini mungkin akan sulit kau temukan
Diantara tumpukan surat-surat yang lain..

With love: Jingga, anakMu yang penuh dengan senyuman.

Itu adalah satu-satunya surat yang aku temukan di dalam tas Jingga, aku menemukannya diantara buku-buku pelajarannya, aku menemukannya disaat-saat terakhir aku menemaninya di Rumah Sakit.
Aku membaca surat ini berulang-ulang kali, entah sampai kapan aku akan berhenti untuk membacanya. Setiap kali aku membaca surat ini, hatiku perih, rasa kehilangan itu semakin mengulitiku.
Setiap baris kata yang dituliskan Jingga di atas kertas itu, membuatku kembali pada kenangan ketika aku masih bersamanya, ketika dia masih memberikan senyuman manis itu untukku.

Terkadang aku memaki diriku sendiri.
Kenapa aku tak bisa menjadi pacar yang baik untuk Jingga?
Kenapa aku tak tahu apapun tentang penyakitnya?
Kenapa aku percaya, bahwa anemia yang jadi penyebabnya sering pingsan.
Kenapa aku tak pernah menanyakan obat apa yang sering diminum oleh Jingga?
Dan kenapa? Kenapa Tuhan mengambilnya secepat itu?

Namun, Jingga selalu tersenyum, tertawa, berlari, menari, melompat, dan melakukan apapun yang ia mau. Jingga sangat sehat, hingga kini aku masih tak percaya bahwa Jingga telah mengidap penyakit terkutuk itu bertahun-tahun.
Jingga tak pernah mengeluh, Jingga selalu bisa mengatasi penyakitnya.
Jingga itu kuat! Ia mampu menyembunyikan penyakitnya dariku selama berbulan-bulan.
Jingga itu tangguh! Ia selalu tersenyum dan tertawa dibalik penyakit yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.
Jingga itu malaikatku, yang membuatku merasakan bagaimana indahnya mencintai seseorang.
Jingga itu segalanya untukku, walau aku tak pernah mengungkapkan ini padanya.
Enam bulan, bukan waktu yang cukup untukku bersama Jingga, bahkan setahun, puluhan tahun, hingga ratusan tahun, tak akan pernah cukup untukku bersama Jingga.
Aku tak ingin seharipun tanpanya, aku ingin dia disisiku, selalu.

Aku teringat ketika itu, ia sedang menemaniku latihan basket, ia sangat bersemangat meneriakiku dan memberiku dukungan. Padahal ini hanya latihan dan bukan kompetisi. Teman-temanku sangat menyukai Jingga, aku rasa bukan hanya mereka, tapi semua orang pasti menyukai Jingga. Lalu aku menghampirinya dan kulihat ia tersenyum menyambutku, namun wajahnya terlihat begitu pucat dan itu membuatku khawatir.
“Jingga, kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali” aku memegangi pipinya, namun ia hanya tersenyum dan memegang tanganku lalu menurunkannya.
“Aku tidak apa-apa Rama, hanya saja aku lapar, aku belum makan, kau itu jahat sekali! mengajakku kemari namun tidak mengajakku makan terlebih dahulu” Jingga berkacak pinggang dan berpura-pura marah.
“Maafkan aku, ayo kita cari makan, kau mau makan dimana?” aku berusaha lebih lembut, namun tetap saja wajahku dingin dan datar.
“Kau terlihat seperti tidak sedang mengajak pacarmu makan siang, kau itu kaku sekali!”
“Sudahlah, ayo kita pergi sebelum aku membatalkan acara makan siang ini” aku berkata sambil menyampirkan tasku di pundak, dan bergegas mendahului Jingga.
“Hei!! Kau itu jahat sekali, kau meninggalkannku, pacar macam apa kau? Tunggu Ramaaaaa” Jingga sedikit berlari untuk menyamai langkahku, aku hanya tersenyum dan berpura-pura tidak mendengarnya.
Dan tiba-tiba saja Jingga melompat ke punggungku, aku benar-benar terkejut, karena tubuhnya yang mungil, dengan mudahnya ia melompat dan akupun terpaksa harus menggendongnya.
“Kau itu mengangetkanku, berhentilah bersikap seperti anak kecil, kau bukan anak SD lagi” kataku tanpa menoleh ke arahnya.
“Hei!! Aku hanya ingin kau gendong! Kalau caranya tidak seperti ini, kau tidak akan pernah mau menggendongku!”
“Kalau kau terus mengoceh, akan kuturunkan kau sekarang juga!” aku berpura-pura marah dan berusaha menyembunyikan senyumku, dalam hati saat ini aku sedang tertawa atas kelakuan Jingga.
“Kau itu jahat!, kau tidak pernah bersikap manis padaku, aku lelah Rama, aku tak mau berjalan dengan kakiku sendiri!”
“Kau harusnya bersyukur, kau masih memiliki kaki, apa kau tahu masih banyak orang-orang di luar sana yang begitu ingin berjalan dengan kaki mereka sendiri, namun mereka hanya mampu menumpukan tubuh dan kaki mereka di atas kursi roda.” Aku mencoba memberi pengertian pada Jingga dengan sabar.
“Baiklah! Kalau aku harus berjalan, turunkan aku sekarang, tapi kau harus menggandeng tanganku sampai ke rumah makan itu!”
“Kau ini!!! Baiklah.”
Aku menurunkan Jingga dari punggungku, dan menggenggam tangannya, seperti yang ia minta.
Mungkin menurut Jingga, aku benci melakukan hal kekanakan seperti ini, namun jujur saja, aku menikmatinya, aku menyukai apapun yang dilakukan Jingga padaku.
Andai saja aku tau tentang penyakitnya, aku tak akan membiarkannya berjalan kaki dalam kondisi seperti itu.
Andai saja aku tau dia sedang menahan sakitnya, aku akan menggendongnya setiap hari, aku tak akan pernah membiarkannya berjalan, aku akan menjadi kakinya.

Aku masih teringat ketika makan bersama Jingga siang itu, bukan hanya siang itu bahkan setiap makan bersamanya, ia selalu membawa obat itu dan meminumnya setelah makan atau pada saat-saat tertentu yang membuatku bertanya.
“itu obat apa? Kau sering sekali meminumnya”
“ini obat ajaib! Bisa membuatku kuat, dan pintar” Jingga membelalakkan matanya yang besar seolah sedang mengiklankan sebuah produk. Aku hanya tertawa mendengar leluconnya.
“Hei!! Jangan tertawa! Kau harus tau, kalo tidak ada obat ini, aku tidak akan bisa secantik ini, aku tidak akan bisa punya keberanian untuk membuatmu menjadi pacarku, aku tidak akan bisa terus tertawa seperti sekarang ini” lagi-lagi perkataan Jingga terdengar seperti lelucon bagiku.
“Jadi itu semacam jimat? kau memakai jimat itu untuk mendapatkan semuanya?” kataku sambil memasukkan beberapa biji nasi ke dalam mulutku.
“Iya!! Obat ini jimat! kau tahu satu hal?” Jingga mendekatkan wajahnya padaku lalu berbisik perlahan. “Aku ini sesungguhnya adalah seorang nenek berusia 60 tahun yang sedang menyamar di balik jimat ini.”
“sudahlah, aku tidak tertarik, kau itu terlalu kekanakan, habiskan makananmu, aku antar kau pulang.” Aku berkata seraya menahan senyumku dan berusaha terlihat tenang.
“Kau tidak percaya? Hahaha.. tunggu saja nanti saat bulan purnama aku akan berubah jadi nenek-nenek yang mengerikan dan kau akan berlari ketakutan hihihi.” Jingga memamerkan gigi-giginya yang rapi dan membentuk tangannya seolah ingin mencakarku, lalu aku menghentikannya dan mengajaknya segera meninggalkan tempat ini.

Andai saja aku tau itu obat yang memperlambat pertumbuhan sel-sel kankernya.
Andai saja aku tau, dia begitu tersiksa ketika harus menggantungkan hidupnya pada butiran-butiran obat itu.
Aku akan menemaninya bercanda, tertawa mendengar leluconnya, dan menikmati cerita-cerita kekanakannya.

Semuanya itu hanyalah kenangan dua tahun yang lalu.
Aku tak akan pernah mampu untuk mengembalikannya.
Jujur saja, ketika aku membaca surat Jingga untuk Tuhan, seolah barisan kata itu membawaku kembali pada luka itu.
Kata-kata itu mengupas habis pertahananku, menenggelamkanku dalam kesedihan.
Cahaya senja yang selalu aku pandangi apabila aku menghabiskan soreku di taman itu, tak akan pernah cukup untuk untuk mengobati kerinduanku pada Jingga.
Aku sangat marah! Kenapa Jingga tak pernah memberitahuku tentang penyakitnya?
Aku mungkin bukan orang yang bisa menyembuhkannya atau mengubah kenyataan, namun aku ingin jadi pacar yang terbaik untuk Jingga, yang selalu ada untuk melindunginya.
Aku sempat mengatakan ini pada pengasuh Jingga, dan ia mengatakan beberapa hal yang sempat dikatakan Jingga, ketika ia masih hidup.

“Kenapa Jingga tak pernah bercerita tentang penyakitnya padaku, dan kenapa tak ada satupun yang memberitahuku?” aku bertanya dengan sengit seraya menyeka air mataku yang sudah tak dapat kubendung lagi dengan kasar.
“Karena Non Jingga yang memintanya, ia tak mau anda tau tentang penyakitnya, karena ia ingin anda mencintainya apa adanya.” Jawab wanita paruh baya itu dan pandangannya menerawang jauh, seolah sedang mengenang sesuatu. Lalu ia melanjutkan kalimatnya.
“Non Jingga pernah mengatakan, ia ingin anda mencintainya sebagai gadis yang sehat, normal, tanpa penyakit. Ia tidak mau anda mencintai dan melindunginya karena menyadari dia sakit, lemah, dan butuh perlindungan. Ia hanya ingin terlihat kuat di depan anda, karena Non Jingga pernah bilang, anda adalah sumber semangatnya, anda yang menyebabkan ia ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi. Maaf, hanya itu yang bisa saya katakan, permisi.” Wanita paruh baya itu berlari pelan, dan bisa kudengar isakan tertahan dari suaranya.
Aku terhenyak, menjatuhkan tubuh jangkungku di atas kursi dan mataku menatap ke langit-langit di ruangan itu guna menahan air mataku yang hendak keluar dari kelopaknya, namun yang terjadi justru semakin mengalir deras tanpa bisa kukendalikan. Pandangan mataku yang tajam dan selalu percaya diri, kini memudar, redup dan gelap tanpa Jingga disisiku lagi.

Kini aku tau..
Inilah yang diinginkan Jingga.
Dia lebih tenang ketika melepaskan semua penyakitnya dan kembali dalam pelukan Tuhan.
Aku tak bisa menahannya untuk terus disisiku.
Bergantung pada obat-obatan membuatnya semakin tersiksa, dan kini aku percaya Jingga jauh lebih bahagia dari yang aku bayangkan.
Dia telah menemukan kehidupan barunya disana.
Dua tahun tak cukup bagiku untuk menghilangkan perasaanku terhadap Jingga.
Aku akan terus mencintai Jingga.

Jingga, jika kau ingin aku bahagia.
Buatlah aku bisa menerima dan merelakan kepergianmu.
Ijinkan aku jatuh cinta lagi, agar aku bisa melanjutkan hidupku.
Jika nanti aku menemukan orang lain untuk ku cintai dan juga mencintaiku.
Percayalah..
Kau tak akan pernah terganti.
Karena kau memiliki tempat yang khusus di hatiku.
Untukku, kau selalu hidup dan selalu istimewa di hatiku.
Terima kasih Jingga, untuk kisah cinta yang singkat namun begitu luar biasa.
YOU ARE MY CHEERFUL LITTLE GIRL!!
YOU ARE MY REASON TO BE HAPPY!!


Story by: Risty 
Backsong: Secondhand Serenade – Is there anybody out there

Jun 17, 2011

Just Lil Things

Kemarin-kemarin gue udah ngepost beberapa short story, sekarang gue mau ngepost beberapa foto yang gue capture!
ada yang masih baru, ada juga yang udah lama.
foto yang bakal gue post semata-mata hanya hobby.
gue suka photography, dan gue suka motret hal-hal yang menurut gue menarik, eits bukan berarti gue nyebut diri gue photographer loh ya..
Jauuuuh, gue mah cuma hobby doang, dan hasil foto juga masih amatir..
let's check em out!!


foto ini diambil dari atas, pas di dalam pesawat, gue ga inget jelas ini gunung apa, tapi karena gue liatnya keren! jadi gue cepet-cepet angkat kamera dan langsung capture pemandangan keren ini!!!


ini juga diambil dari dalem pesawat, matahari baru aja naik dari peraduannya. lebih keren waktu ngeliat langsung, it's so fuck'n pretty ahmaziinngg!!!! matahari di atas awan, really kewhhll!!!



kalo kedua foto yang di atas ini, cuma keisengan gue di pagi hari, foto-foto taneman mama di taman depan rumah hehe :p



Anak kecil yang di atas gue namanya Katrina, mirip nama adek gue Katherine :p , anak kecil ini tetangga gue. iseng aja foto candid pas dia lagi maen ke rumah gue. Anaknya lucu, imut banget! pipinya kayak bakpao hihi :p




Ketiga foto diatas, gue ambil waktu ada upacara memukur. Dan untuk ambil foto di acara ini, gue mesti bangun jam 4 pagiii!!! sumpah waktu itu mata gue sepet banget huhu..




Nah yang di atas ini, 3 foto terakhir yang gue post, itu cuma sekedar keisengan doang, karena tertarik jadi gue capture aja deh, menurut gue sih ada nilai seni tersendiri.

Finally...
All of that just my creativity and just lil things i've done..
I'm not a photographer, this is just my hobby.
I'm just doing what I love to do.

mungkin itu dulu aja yang di share, nanti gue bakal share foto2 gue yang lain, yang model2nya temen2 gue sendiri hehe..
semoga kalian suka ya :D


All photo by: Risty
Camera      : Nikon D5000 , standard lens (18.55 mm) 

Jun 16, 2011

Gantung

Ga sedikit temen-temen yang suka protes, kenapa cerita2 yang gue tulis, endingnya selalu gantung.
well...
ini namanya trik penulis, sengaja bikin ceritanya gantung karena membutuhkan pembaca untuk ikut memainkan imajinasinya, kira-kira endingnya gimana?
bagusnya cerita selanjutnya gimana?


naaah..
disini ada beberapa cerita2 yang gue buat emang sengaja digantung endingnya.
karena gue juga lagi butuh masukan dari temen-temen buat bikin next story nya.
kalo semua ceritanya dikelarin, nanti bakalan panjang banget jadinya.


kalo kalian yang suka baca short story gue..
ada baiknya ngasi masukan ke gue dengan cara komen di bawah artikelnya.
kalo mau ngasi ide cerita buat next story juga boleh..


i do my best..
i have my style..
so, i won't to change it..
if you have an advice, just share to me..


Happy Reading :D